VISI DAN MISI

VISI :

UMAT ALLAH PAROKI ST. MARIA TAK BERNODA BERCITA-CITA MEWUJUDKAN DIRI SEBAGAI MURID-MURID KRISTUS, YG DALAM TERANG ROH KUDUS, BERIMAN TANGGUH DAN MENDALAM, MANDIRI, MISIONER, MENJADI GARAM DAN TERANG, DITENGAH DAN BERSAMA MASYARAKAT, MEMBANGUN TATA KEHIDUPAN YANG DIJIWAI NILAI-NILAI KERAJAAN ALLAH

MISI :
  1. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda menanam dan menghidupkan kembali Dasar-dasar katolisitas
  2. Umat Paroki St. MariaTak Bernoda memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.
  3. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda menumbuhkan semangat missioner.
  4. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda merevitalisasi seksi-seksi pelayanan Pastoral.
  5. Membangun kemandirian Paroki

Selasa, 06 Maret 2012

Romo " Eyang" Telah Tiada




Setelah menderita sakit beberapa waktu, akhirnya pada hari Jumat, 2 Maret 2012 pkl 13.58 Rm. Harjo yang memiliki nama lengkap Fransiskus Xaverius Sawidi Hardjoatmodjo Pr, Dipanggil Tuhan di RS. Charitas Palembang diusia 72 th.
Romo Hardjo, demikian biasa dipanggil memang memiliki tempat tersendiri di hati umat katolik di Keuskupan Agung Palembang, romo yang kental dengan logat jawa timurnya ini adalah sosok romo yang sangat dekat dengan umat yang dilayaninya. Bahkan beliau juga sangat dekat dengan orang tua dari Bupati OKU timur, yaitu Bapak Hamzah semasa hidupnya. Kedekatan ini diteruskan oleh putra Bapak Hamzah yang juga Bupati OKU Timur yaitu Bapak. H. Herman Deru, SH.MM. Maka tidak heran jika diwaktu-waktu senggang atau di hari raya, romo Hardjo selalu berkunjung ke rumah Bapak Bupati OKU Timur di Sidomulyo Kecamatan Belitang. Ini membuktikan bahwa romo Hardjo dapat diterima diamasyarakat dan umat.
Perjalanan hidup dan panggilan romo Hardjo memang cukup panjang, beliau lahir tanggal 25 Desember 1940 di kandangan sidoarjo Jawa Timur, dipermandikan 7 Desember 1957 di Paroki Kelahiran St. Perawan Maria Surabaya.

Riwayat singkat Pendidikan beliau adalah :
SD
SGB (SMP ) 1956 s/d/ 1960
SGA 1965 s/d 1968
Perguruan Tinggi di IPI Malang 1979 s/d 1981.
Kursus Teologi dan Hukum Gereja 1981 s/d 1982.

Romo FX. S. Hardjoatmojo, Pr. Sebelum menjadi imam diosesan telah hidup membiara di Konggregasi Frater Bunda Hati Kudus ( BHK ) dengan nama Fr. M. Raphael BHK.
Beliau ditahbiskan menjadi Imam Diosesan tanggal 15 September 1982 di Katedral St. Maria Palembang oleh Mgr. H.J. Soudant SCJ.
Tugas sebagai imam dijalani sebagai berikut :
Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo ( september 1982 s/d September 1984 )
Pastor Paroki St. Maria Tugumulyo Mura ( September 1984 )
Pastor Paroki Sang Penebus Batu Putih dan membantu Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja ( 1984 s/d 1991 )
Pastor Paroki St. Maria Assumpta Mojosari Belitang ( 1991 s/d  wafat 2 Maret 2012 ).

Semasa tugas di paroki St. Maria Assumpta Mojosari Beliau memelopori bedirinya Gua Maria Argopeni. Semasa hidupnya beliau juga terkenal sebagai imam pendoa yang sangat setia terutama adalah doa Koronka. Bahkan tidak sedikit umat yang terbantu dengan doa-doanya.
Beliau dimakamkan hari senin tanggal 5 Maret 2012 di Pemakaman Taman Getsemani Kongregasi Suster Fransikus Charitas Palembang.

Selamat jalan Romo Hardjo semoga bersatu dengan para Kudus di Surga.
( dari berbagai sumber dan informasi )

Rabu, 15 Februari 2012

Temu Akbar Putra-putri Altar

Bertempat di Gereja St. Elisabeth Margomulyo temu akbar putra-putri Altar se paroki St. Maria Tak bernoda Gumawang diikuti sekitar 300 anggota putra-putri Altar. kegiatan ini berlangsung  dua hari 11 - 12 Pebruari 2012 denga cara live in yaitu para peserta tinggal di rmah-rumah umat.
Kegiatan diisi dengan :
Lomba Koor
Cerdas Cermat
Lomba Lektor
Lomba Mazmur
Peserta datang sekitar pkl 16.00 dan langsung di dibagi ke rumah-rumah umat. dan pada malam harinya dibuka oleh Romo Alb. Suryadi SCJ, serta dimeriahkan dengan penampilan atraksi-atraksi dari tiap-tiap stasi. Pagi harinya dilanjutkan dengan lomba-lomba.
Kesan yang diperoleh oleh para peserta adalah bahwa mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.Terbukti bahwa mereka sangat setia mengikuti kegiatan ini walau sampai sore.
Umat stasi St. Elisabeth juga menyambut acara ini dengan sangat baik, dan panitia telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik.
Kegiatan ditutup dengan Misa Kudus pada pkl 14.00 diikuti oleh seluruh peserta dan umat.

Kamis, 19 Januari 2012

Natal Ekumene

Perayaan Natal Ekumene masyarakat OKU Timur berlangsung meriah dihadiri oleh ribuan umat Kristiani se-OKU Timur dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012 bertempat di Balai Paroki Santa Maria Tak Bernoda Gumawang.
Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Bapak Bupati OKU Timur H. Herman Deru, SH.MM, serta para pejabat pemerintahan kabupaten OKU Timur.
Pesan Natal disampaikan oleh Pastor Andreas Eman SCJ. Dalam pesan Natal ekumene disampaikan bahwa umat Kristiani sebagai bagian dari masyarakat harus tetap menjaga persatuan,  dan keimanan. lebih-leboh ditengah-tengah situasi dunia dewasa ini dimana nilai-nilai kemanusiaan, kasih dan persaudaraan seakan mulai luntur, namaun Harapan harus tetap ada.
Pada kesempatan itu Bapak Bupati juga menyampaikan bahwa, Masyarakat OKU Timur adalah miniatur Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan golongan, namun persatuan dan sikap saling menghormati sangat dijaga. dan tidak pernah ada perselisihan yang bersifat Sara. ini menunjukkan betapa masyarakat OKU timur sangat toleran dan bersaudara.
Perayaan Natal ekumene kali ini juga dimeriahkan oleh penampulan-penampilan dari berbagai gereja dan sekolah di OKU Timur.

Kamis, 15 Desember 2011

Pembekalan Seksi Keluarga Dekenat II

Drs. H. Wardaya ( Ketua DPP St. Maria Tak Bernoda Gumawang dan Rm Tejo Antara SCJ

Bertempat di Balai Paroki St. Maria Tak Bernoda Gumawang, beberapa paroki di Dekenat II mengirim Pasutri seksi Pendampingan Hidup berkeluarga untuk mengikuti pembekalan bagi seksi pendampingan hidup berkeluarga yang diadakan pada tanggl 9 s.d 11 Desember 2011.
Pembekalan diberikan oleh Team dari Komisi Keluarga Keuskupan Agung Palembang yang dipimpin oleh Rm Tedjo Antara SCJ. Dalam pembelakan itu Rm Tejo SCJ mengajak para Seksi Hidup Berkeluarga Paroki yang ada di Dekenat II untuk melihat dan menggumuli tentang spiritualitas, Dasar -dasar hidup berkeluarga dan pentingnya kunjungan keluarga. lebih jauh rm Tejo mengatakan bahwa dalam keluargalah tumbuh dan berkembangnya iman diawali
Sebagian Peserta Pembekalan

Jumat, 09 Desember 2011

Peletakan Batu Pertama RS Panti Bhaktingsih Belitang

dr. Yanto Taslim Direktur RS PB Charitas Belitang 

Pimpinan Konggregasi Charitas Rousshendall Belanda

Mewujudkan era baru Rumah Sakit Panti Bhaktiningsih Belitang dan Menjadi Rumah Sakit Terbaik di OKU Timur pada tahun 2020, demikian antara lain spanduk dan banner yang tertulis disekitar lokasi diadakannya peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit Panti Bhaktiningsih Belitang pada hari senin 5 Desember 2011.
Peletakan batu pertama RS PB Charitas Belitang dihadiri juga oleh Pimpinan Konggregasi Suster Charitas dari Rousshendall Belanda. Hal ini menunjukkan perhatiannya yang besar kepada karya suster-suster Charitas di Indonesia. Hadir juga dalam peletakan batu pertama ini adalah Pimpinan umum Suster Charitas Indonesia yaitu Sr. M. Melani FCh, Sr. Marietta FCh.
Uapacara peletakan batu pertama diawali dengan ibadat yang dipimpin oleh Rm Nico SCJ dan dihadiri oleh seluruh karyawan rumah sakit aparat pemerinytah setempat dan segenap undangan lainnya.

Selasa, 02 Agustus 2011

REKOLEKSI PASUTRI ANGGOTA KAR



Sekitar 75 pasangan suami istri ( Pasutri ) anggota KAR wilayah timur mengikuti kegiatan rekoleksi yabg diselenggarakan oleh Komisi Keluarga DPP santa Martia Tak bernoda gumawang. Rekoleksi diadakan di Gereja St. Petrus Nusa Tunggal dan dilaksanakan 2 gelombang, gelombang pertama 30 juli 2011, disusul gelombang kedua 31 juli 2011. dari pukul 9.30 dan berakhir sekitar pukul 18.30.

Tema rekoleksi adalah “ Menyiangi Gandum “ Team memilih tema ini adalah karena rekoleksi ini adalah merupakan kelanjutan dari rekleksi yang pernah mereka ikuti beberapa tahun yang lalu.

Rekoleksi ini bersifat mandiri baik dari team maupun penyelenggaraan. Dari Team pembimbing adalah :
  1. Rm. Suharjono SCJ
  2. Para Suster Charitas Belitng ( Sr. Vincenty FCh, Sr. Yustina FCh, Sr. Imaculata FCh )
  3. Bp. P. Hartanto
  4. Pasangan Bp. H. Wardoyo
  5. Pasangan Bp. St. Ariyanto
  6. Pasangan Bp. Ngadimin

Dan dibantu beberapa animator dan beberapa pasangan keluarga dari seksi keluarga antara lain pasangan Bp. Sumandar, pasangan  Bp. Misdi, Ibu Elsa.

Suasana begitu indah ketika acara pembagian bunga dari romo kepada para suami dan diteruskan kepada istri mereka sambil dicium keningnya oleh suami mereka, susana menjadi semakin sendu ketika mereka memasuki acara  pembasuhan kaki oleh romo Jono SCJ, dan diteruskan saling membasuh kaki antar pasangan mereka. Tidak sedikit dari antara mereka yang menangis terharu, bahkan ada yang sampai histeris. Setelah pembasuhan kaki suasana menjadu ceria mereka saling berangkulan, sambil menyanyian lagu-lagu cinta yang dituntun oleh para animator dan baking vokal.

Kesan dari para peserta yang berhasil dihinpun adalah bahawa mereka merasa puas dengan acara ini, karena mengingatkan mereka akan janji pernikahan yang pernah mereka ucapkan. Sehingga membuat mereka semakin saling menyayanyi sehingga menjadi pasangan yang utuh untuk selama-lamanya. Bahkan ada yang merasa bahwa selama ini mereka merasa egois, tidak memperhatikan pasangan dsb. Namun dengan rekoleksi ini mereka saling menayadari. Kata kunci kebahagiaan mereka adalah ” Saling memaafkan ”. ( B.andang )