VISI DAN MISI

VISI :

UMAT ALLAH PAROKI ST. MARIA TAK BERNODA BERCITA-CITA MEWUJUDKAN DIRI SEBAGAI MURID-MURID KRISTUS, YG DALAM TERANG ROH KUDUS, BERIMAN TANGGUH DAN MENDALAM, MANDIRI, MISIONER, MENJADI GARAM DAN TERANG, DITENGAH DAN BERSAMA MASYARAKAT, MEMBANGUN TATA KEHIDUPAN YANG DIJIWAI NILAI-NILAI KERAJAAN ALLAH

MISI :
  1. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda menanam dan menghidupkan kembali Dasar-dasar katolisitas
  2. Umat Paroki St. MariaTak Bernoda memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.
  3. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda menumbuhkan semangat missioner.
  4. Umat Paroki St. Maria Tak Bernoda merevitalisasi seksi-seksi pelayanan Pastoral.
  5. Membangun kemandirian Paroki

Jumat, 22 Februari 2013

Rumah Pastoran Segera di Renovasi



Pastoran Gumawang BK 10 Belitang yang sudah dibangun sejak th 1970-an saat ini kondisinya sudah rusak, banyak atap yang bocor, risplang lapuk. sudah saatnya untuk di renovasi. Panitia rehab sudah dibentuk dan menurut rencana bulan maret 2013 akan segera dimulai. Biaya Rehab diperkirakan mencapai 450 juta rupiah. Adapun dana rehab diambil dari partisipasi umat se paroki dan para donatur. Maka Panitia melalui para ketua- ketua stasi dan lingkungan seb Paroki St. Maria Tak Bernoda Belitang berusaha menghimpun dana demi terwujudnya rencana rehab pastoran tsb. Panitia juga mengentuk hati para donatur kiranya bisa membantu demi lancarnaya rehab pastoran tsb.
Panitia mentargetkan rehab akan selesai bulan Juni 2013. karena menurut informasi yang berhasil kami dapatkan bahwa Tahun 2013 akan ada tahbisan imam di Paroki St. Maria Tak Bernoda.

" MOHON BANTUAN PARA UMAT DAN DONATUR".

Pelatihan Petugas Liturgi Wilayah Timur



Bertempat di Gereja St, Theresia Kanak-kanak Yesus Nusaja Jaya tidak kurang dari 152 petugas liturgi yang terdiri dari dirigen, lektor dan pemazmur mengikuti kegiatan pelatihan petugas liturgi yang di adakan oleh seksi Liturgi dan katekese Paroki St. Maria Tak Bernoda Gumawang.
Kegiatan dilaksanakan pada hari minggu, 17 Pebruari 2013 dari pkl 9.30 s.d. 16.00. Antusiasme peserta sangat kelihatan dengan tetap mengkuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Yang sangat menggembirakan bagi pastor paroki, ketika memberikan materi spiritualisme petugas liturgi adalah bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh kebnayakan para generasi muda. 
Pelatihan kali ini dilakukan bukan hanya teori tetapu juga praktik langsung yang dipandu oleh bapak. Y. Sabar dan Team Katekese paroki. sehingga para peserta semakin memahami liturgi yang sesuai dengan TPE.
Kegiatan ini juga tidak hanya berhenti sampai disnin tetapi akan dianjutkan secara berkesibambungan demikian kata Bp. Y. Sabar.





Senin, 11 Februari 2013

PAUS BENEDICTUS XVI MUNDUR



Pada hari senin 11 Pebruari 2013  Paus Benediktus mengumumkan pengunduran dirinya. Di berbagai situs berita internasional kabar pengunduran diri Paus ini mengundang rasa heran dan berbagai pertanyaan muncul.
Namun jika dibaca secara keseluruhan, pengunduran diri Paus Benediktus ini dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatannya yang semakin menurun. Benediktus mulai menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik tahun 2005. Paus terakhir yang mengundurkan diri adalah Paus Gregorius XII pada tahun 1415.
Berikut adalah isi pidato Paus Benediktus hari ini seperti yang dimuat di Radio Vatikan :
Saudara (i) yang saya kasihi,
Saya menghimpun anda sekalian pada konsistori (pertemuan) ini bukan saja untuk tiga kanonisasi tapi juga untuk mengumumkan kepada anda semua akan keputusan yang sangat penting bagi kehidupan Gereja.
Setelah berulang kali memeriksa batin saya di hadapan Tuhan saya akhirnya sampai pada keyakinan bahwa kekuatan saya, yang karena usia yang semakin lanjut, tidak lagi cocok untuk menjalankan tugas pelayanan yang diwarikan oleh St Petrus ini.
Saya sangat sadar akan pelayanan ini, karena esensi spiritualnya, harus dijalankan bukan saja dengan kata-kata dan perbuatan, tapi juga dengan doa dan penderitaan.
Namun dalam zaman sekarang ini, yang selalu mengalami banyak perubahan dan ditantang oleh pertanyaan-pertanyaan yang sangat berkaitan dengan kehidupan iman, demi menjaga tahta Santo Petrus dan penyebaran Injil, baik kekuatan pikiran maupun fisik sangat diperlukan, kekuatan yang selama beberapa bulan terakhir dalam diri saya sudah melemah sehingga saya harus mengakui ketidakberdayaan saya untuk menjalankan misi yang dipercayakan kepada saya ini secara penuh.
Atas alasan itu dan sadar akan dampak serius dari keputusan ini, dengan kebebasan yang penuh saya mengumumkan bahwa saya tidak lagi melanjutkan pelayanan sebagai Uskup Roma, Pewaris Tahtas St Petrus, yang dipercayakan kepada saya oleh para Kardinal pada 19 April 2005, yang mana bahwa pada tanggal 28 Februari 2013, jam 20:00, Tahta Suci, Tahta Santo Petrus, akan kosong dan suatu Konklaf untuk memilih Paus baru akan dilaksanakan oleh mereka yang berkompeten.
Saudara (i) yang saya kasihi, saya mengucapkan terima kasih atas segala cinta dan kerja yang sudah kalian tunjukkan untuk mendukung saya dalam pelayanan saya dan saya meminta maaf atas segala kekurangan saya.
Dan sekarang, mari kita percayakan Gereja Kudus ini ke dalam penyelenggaraan Sang Gembala Utama, Tuhan Kita Yesus Kristus dan memohon kepada Bunda Maria, sehingga ia menuntun para Kardinal dengan semangat keibuannya, dalam memilih Paus yang baru. Mengenai diri saya, saya akan tetap mempersembahkan diri saya utuk pelayanan Gereja Kudus di masa mendatang melalui kehidupan yang khusus didedikasikan untuk berdoa.
Vatikan, 10 Februari 2013

Paus Benediktus XVI

Berita ini dikutib dari UCAN Indonesia

Selasa, 05 Februari 2013

TEMU AKBAR MISDINAR 2013

Wajah-wajah gembira akan berangkat " Temu Akbar Mesdinar" se-Paroki

Juara I lomba Paduan Suara dari stasi St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo
Belitang

Tidak kurang dari 400 mesdinar se paroki mengikuti temu Akbar hari sabtu sampai minggu, 2-3 Pebruari 2013 di Stasi St.Petrus Karang Binangun.
Kegiatan yang dilakukan dalam temu akbar ini diisi dengan lomba-lomba antara lain:
1. Lomba paduan suara ( koor )
2. Lomba drama
3. Lomba pemazmur
4. Lomba Lektor
5. Lomba cerdas cermat Kitab Suci
Tampil sebagai juara umum dalam kegiatan ini adalah Stasi. St.Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang, dengan mengumpulkan 4 emas 2 perak dan 2 perunggu.





Rabu, 05 Desember 2012

KADERISASI OMK



OMK Paroki St. Maria Take Bernoda Gumawang tgl 30 Nopember sampai 2 Desember 2012  mengadakan kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan di stasi St. Yohanes Tanjung Tiga diikuti oleh 36 anggota OMK dari 12 stasi.
Walau diguyur hujan dan makan seadanya  namun para peserta tetap semangat dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kegiatan ini dibimbing oleh Rm Albertus Suryadi SCJ dan Steanus Ariyanto, atau biasa di panggil Mas Ari. Bertitik tolak dari keprihatinan tentang aktivis OMK maka dengan kegiatan ini diharapkan muncul aktivis-aktivis OMK yang mampu menggerakkan Orang Muda Katolik di stasi masing-masing dan paroki.
Dalam kegiatan ini OMK Paroki juga berhasil membentuk jaringan kerjsama OMK sehingga mempermudah komunikasi diantara mereka.
Trimakasih Rm Yadi, Mas Ari, Momon, Joko Pur dkk.
OMK....Yes!!!!!


Sabtu, 24 November 2012

Kristus Raja Semesta Alam


Minggu ini adalah minggu terakhir dalam kalender Liturgi gereja di tahun B. Minggu depan kita sudah memasuki Minggu adven I tahun C. Penghujung Minggu ini dimahkotai dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Nubuat nabi Yesaya: "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai" (Yes 9: 5).

Konsep Raja yang sering digambarkan dalam dunia berbeda dengan konsep Raja yang dibawa oleh Yesus. Raja dalam dunia adalah orang nomor satu dalam lingkungannya dan semua orang menghormati dan melayaninya. Dan banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi orang nomor satu ini. Untuk mewujudkan mimpi menjadi orang nomor satu ini, orang bisa mengorbankan apa saja dan berapapun banyaknya. Bahkan lebih mengerikan lagi karena tidak jarang orang juga bisa mengorbankan siapa saja asal ia dapat menjadi raja atau orang nomor satu. Sementara dalam konsep Raja menurut Yesus berbeda sama sekali. Bagi Yesus, orang yang terbesar adalah orang yang paling banyak melayani. Dengan kata lain konsep Raja adalah konsep pelayanan. Semakin besar jabatan seseorang semakin dituntut untuk semakin banyak melayani. Yesus sendiri berkata, Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa sebagai tebusan bagi banyak orang.

Dewasa ini banyak ahli kepemimpinan menuliskan konsep-konsep kepemimpinan yang bisa membawa orang kepada kesuksesan. Yang menarik justru mereka menggali spiritualitas Injil ini dan mengemasnya dalam bahasa profan. Banyak orang mengira bahwa itu sebagai penemuan teori yang baru dan hebat yang pernah muncul saat ini. Padahal kalau kita menggali dari Injil konsep ini sudah diungkap oleh Yesus dalam pengajaran-pengajaran-Nya yang ditulis dalam Injil.

Harus kita sadari bahwa untuk mewujudkan konsep dan kebenaran ini tidak mudah. dibutuhkan spiritualitas yang mendasarinya misalnya kerendahan hati, kerelaan dan ketulusan, pengabdian seperti seorang hamba.

Konsep raja atau orang nomor satu tanpa spiritualitas ini bukannya membawa pada kebaikan bersama tetapi akan membawa pada penindasan satu terhadap yang lain. Sebaliknya konsep raja yang melayani akan membawa pada nilai-nilai kasih dalam kehidupan bersama. Bahkan jika ada pemimpin yang sungguh berani melayani secara demikian, ia semakin dicintai oleh mereka yang dipimpinnya.

Apa yang bisa kita petik dalam Perayaan Kirstus raja semesta alam  ini? Kita memang hidup di dunia tetapi kita harus terus menerus bertobat dan membersihkan diri dari pengaruh dunia dan semakin berusaha mengenakan hati hamba yang siap sedia dan terus mau melayani.
Selamat datang masa Adven

 
( dikutib dari Rm. Hari O.Carm )

Sabtu, 17 November 2012

Bupati OKU Timur Bantu 150 sak semen untuk gereja St. Maria Goreti Sidowaluyo




Sabtu, 17 Nopember 2012 suasana di gereja St. Maria Goreti Sidowaluyo sangat meriah, ribuan umat dari stasi dan dari stasi lain hadir di gereja. Hari itu  adalah umat stasi Sidowaluyo mempunyai gawe besar yaitu upacara peletakan batu pertama pembangunan gereja st. Maria Goreti.
Rangkaian upacara didahului dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Joko Susanto Pr. ( Rm Deken) mewakili Bapa Uskup yang berhalanan hadir karena ada kegiatan di Jakarta didampingi Rm Paulus Sarmono SCJ sebagai romo Paroki dan Rm Rakidi Pr dari palembang
Setelah selesai misa dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja St. Maria Goreti Sidowaluyo, Kecamatan Belitang Mulya Kab. OKU Timur.yang akan dilakukan oleh Bupati OKU Timur H. Herman Deru, SH.MM.
Sambil menunggu kehadiran Bapak Bupati, Umat dihibur dengan berbagai atraksi/ tarian baik dari anak-anak sekolah minggu, siswi SMP Charitas 1 dan 4, serta hiburan berupa organ tunggal yang mengahdirkan dua vokalis terkenal.
Dalam sambutanya ketua Panitia Pembangunan Gereja, Bp. Agustinus Maryanto, menyampaikan bahwa pembangunan gereja ini adalah swadaya umat dengan melihat kemapuan ekonomi, dengan penuh kesadaran, umat bertekad untuk memberikan sebagian dananya bagi pembangunan gedung gereja. Sampai pada saat ini telah terkumpul dana sekitar 300 juta, namun dana itu tentu belum sberapa dibandingkan dengan anggaran yang telah dibuat oleh panitia, bahwa anggaran pembangunan gereja St. Maria Goretimencapai 1,3 M.Maka kata Ketua Panitia kiranya para donatur mau membantu demi terselesaikannya pembangunan gedung gereja yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 5 th. termasuk mohon bantuan dari Bapak Bupati OKU Timur.
Pastor Joko S Pr. dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa hedaklah gedung gereja menjadi tempat pewartaan kabar gembira bagi seluruh umat, dan semakin mampu menghadirkan rahmat Tuhan.
Pada kesempatan ini Bupati OKU timur menyampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyatukan umat, Beliau juga menyampaikan bahwa kehidupan didunia ini ada 3 aturan yang patut kita taati, yaitu, Aturan Agama, Adat istiadat dan Atuan pemerintah. lebih lanjut Bupati juga menyampaikan jangan samapai generai muda kita dihancurkan oleh" Narkoba", karena bisa menghancurkan bangsa ini.
Menanggapi apa yang disampaikan ketua panitia pembangunana, bahwa pembangunan akan selesai dalam waktu 5 tahun, Bupati menyatakan bahwa itu terlalu lama, bahkan dengan logat Jawa beliau mengatakan " Nek limang tahun yo selak gapuk to kang" ( Kalau lima tahun nanti keburu lapuk ) dan disambut trtawa meriah oleh seluruh umat. Untuk membantu kelancaran pembangunan gedung gereja , Bapak Bupati memberikan bantuan berupa 150 sak semen. yang diterima oleh Ketua Panitia Pembangunan.
Setelah acara peletakan batu pertama dilanjutkan dengan cara potong tumpeng ULTAH dan peletusan balon yang didalamnya terdapat niat-niat para umat di stasi Sidowaluyo, karena pada tanggal ini bersamaan dengan Ulang Tahun Bapak Bupati H. Herman Deru, SH.MM yang ke 45.
Selesai pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan santap siang bersama.